5 Langkah untuk Mengatakan “Tidak”
2.02.2010
0
komentar
Mengatakan “tidak” tidak gampang, terutama bagi mereka yang terbiasa memenuhi kebutuhan orang lain, di atas kebutuhannya sendiri. Namun kita ini individu modern yang mau tidak mau harus meletakkan garis batas, demi tercapainya kesuksesan diri. “Tidak” menjadi bagian dari batasan sehingga kita punya ruang untuk berna[as dan mencapai prestasi. Nah kalau Anda siap berlatih mengatakan “tidak”, proses berikut akan membantu Anda.
1. Kenali
Jika seseorang meminta Anda melakukan sesuatu, itu karena mereka yakin Anda bisa melakukannya atau karena mereka menyukai Anda sehingga ingin bersama-sama mengerjakannya. Kalau memimpin proyek atau menghadiri pesta bikin Anda bete, kenali lebih dulu motif orang yang mengajak Anda. Apakah motif atau alasan itu layak dipenuhi?
2. Ekspresikan rasa terima kasih dan minat
Ucapkan terima kasih kepada orang yang sudah mengajak Anda, lalu tunjukkan minat untuk terlibat dalam proyek itu. Ajukan pertanyaan yang berkaitan dengan permintaan atau ajakan itu. Sering kali, orang hanya ingin didengarkan dan merasa cukup penting di mata Anda.
3. Tolak dengan halus
Begitu Anda tahu permintaannya dan mengungkapkan terima kasih untuk ajakannya, tolak dengan cara sopan dan kata yang paling sederhana. Kalau “tidak” Anda anggap terlalu terus terang, Anda bisa bilang punya komitmen lain yang sayangnya tumpang tindih waktunya.
4. Tawarkan alternatif
Jika dia masih keukeuh dengan permintaannya, tawarkan alternatif. Tapi hati-hati untuk tidak terlalu dalam terlibat dalam brainstorming ide-ide baru sehingga Anda malah terjebak di dalamnya.
5. Ingat catatan
Kalau Anda masih berjuang untuk menolak permintaan seseorang, buat catatan dan tempelkan di cermin yang setiap hari Anda lihat. Itu sebagai pengingat bahwa mengatakan “tidak” kepada orang lain sama saja dengan mengatakan “ya” kepada diri sendiri. Ulangi lagi seperti mantra sehingga menjadi kebiasaan. Kalau ini tidak berhasil, yakinkan diri bahwa “tidak” adalah kalimat lengkap. Tak perlu lagi penjelasan lain.
Anda tak perlu membuat alasan sewaktu orang lain meminta Anda melakukan sesuatu yang tak ingin Anda lakukan. Pertimbangkan kalimat-kalimat sederhana seperti, “Sepertinya kesempatan bagus yang saya lewatkan. Beri tahu saya perkembangan proyeknya, ya!” atau “Saya ingin tahu perkembangannya. Sukses ya!” Anda juga bisa mengatakan “tidak” tanpa harus mengeluarkan kata “tidak”. Biarkan telepon itu masuk voicemail atau kotak suara, atau jawab surel di hari-hari berikutnya. Itu menjadi satu cara memberitahukan orang lain, Anda tak punya waktu saat itu.
Mengatakan “tidak” seperti membersihkan gigi setiap malam menjelang tidur. Anda tak akan merasakan dampaknya dalam waktu singkat, tapi seiring waktu Anda akan merasakan perbedaannya. Bekali diri dengan kebiasaan berkata “tidak” pada ajakan atau permintaan yang tidak sepenuhnya bisa Anda penuhi. Ingatkan diri mengenai prioritas dalam kehidupan pribadi, karier, dan keluarga. Jika tak ada dalam prioritas, katakan saja “tidak.” Beres, kan?
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 5 Langkah untuk Mengatakan “Tidak”
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://blogtipshidupsehat.blogspot.com/2010/02/5-langkah-untuk-mengatakan-tidak.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5

